About Me

Setiap orang pasti punya nama, asal, dan apa kesukaannya. Begitu pun saya, nama lengkap saya Yosefina Safira Intan. Biasa dipanggil Ovin. Kenapa Saya lebih menggunakan Yosefina30? karena saya percaya nama yang menjadi andalan adalah sebuah kesuksesan. saya asli anak NTT, sekarang sedang melanjutkan studi di perguruan tinggi di Yogyakarta.

Monday, March 23, 2020

SUARA UNTUK DIRESAPI

         Hai, bumi ku hai sang Petuah. 
Dimana aku belajar tentang banyak hal. Tentang keluh kesah, kecewa, bahagia, sedih, cemburu, bahkan aku bisa marah padamu. Manusia itu hebat, diciptakan untuk menikmati. Bahkan kita bisa menikmati ciptaan Tuhan sendiri. anjing,ular,harimau,macan,dan kawan yang lainnya. serakah itukah kita. kita ambil kulitnya untuk menjadikannya uang. Kita lihat darahnya tanpa rasa mengasihi. Atau mungkin kebebasan inilah yang membuat semua orang haus untuk saling menguasai. Kita, mereka dan dia belum paham tentang kasih yang sesungguhnya. Dari ujung dunia sampai tanahku disini sama saja berpesta menjadi kaya. 
Banyak air mata  akibat perlakuan kita yang semena-mena  masih saja kejam. Kita tidak pernah mengontrol ucapan dan tindakkan. Di antara kita masih terlantar dengan perasaan yang belum legah, upaya untuk meminta maaf belum dilaksanakan. sampai kapan? kita bercita-cita menuju kebahagiaan abadi, tapi sulit melaksanakan kehendaknya. 
Ketika Bumi mulai menunjukkan dirinya yang teraniaya oleh kita sendiri. Kita mau ke mana? tujuan kita bukan di sini selamanya, akan ada waktunya kita ditanyakan oleh Sang Penanya utuhnya.  Banyak masalah di sana dan di sini juga. Lalu kita semua bercemas tentang nyawa. Tanpa mengintropeksi diri.

     Lebih dekat PadaNya. Itulah damai sesungguhnya. Maafkanlah Orang-orang yang mengainayamu. entah mereka tidak sengaja menyapamu, menyenggolmu atau menfitnah bahkan menyiksamu. Jangan ada dendam jangan ada dengki bahkan sekalipun membenci. Selagi ada mari kita merenungkan lagi. tentang Kebesarannya memilih kita untuk diciptakan dan bagaimana akhir dari segala kehidupan, kita tak bisa menebak. Percaya bahwa kuasanya lebih besar dari apapun.
Setiap waktu mari kita melihat bapak dan ibu kita yang sedang membawa cangkul dan bekal untuk berkebun lalu ketika sore sudah mulai menghilang mereka pun pulang. Bibir mereka kering, wajah lelah, sedikit kotor pakaiannya. Mari kita melihat ibu dan bapak kita yang pulang dari kantor. Mereka lelah juga menghabiskan beberapa jam duduk mengetik beberapa hal penting di meja kerja mereka. Mari kita melihat Pemerinah yang sibuk memberikan yang terbaik untuk negara kita. mari kita lihat bumi ini. bertahan melindungi kita yang tak pernah bersyukur.
      
     Perstiwa saat ini, seluruh umat manusia merasa cemas, khawatir tentang hidupnya. alangkah baiknya kita kembali ke rumah masing-masing merenungkan perstiwa kemarin, hari ini dan menebak esok kan seperti apa. 
Kita bisa saja mengelak bahwa ini bukan sebuah pelajaran namun ini hanya sebuah musibah. Kedua hal ini memberi pesan yang kuat bagi kita semua. Manusia dan nafsu tidak bisa terlepaskan, kemanapun kita ia ada dalam diri setiap orang. Tetapi bagaimana kita mengontrol diri kita sendiri, bagaimana hidup yang adil terhadap semua orang dan terhadap isi bumi. Akan tetapi itu mulai sukar ada, malah banyak orang ingin menjadi hebat di mata manusia lainnya sangat tinggi. ya itu salah satunya. 

    Ocehan mulutmu untuk mencaci kawanmu sendiri benar-benar berkelas. menghina bahkan engkau tak puas disitu saja. kau memukulinya dengan tanganmu. sampai-sampai kawanmu tak kuasa untuk menolong dirinya sendiri. Inilah manusia yang bermartabat ? rela melihat penderitaan sesama. Ini mungkin kejadian yang lumrah terjadi di sekitar kita. Hal biasa ini pun yang membuat kita semakin tak menyadari bahwa bumi tak mengajarkan untuk saling membenci bahkan saling menghina. 
Salah satu kesalahan manusia pada zaman ini yaitu mencari tempat untuk mendamaikan diri, mencari teman yang seiman agar hidupnya damai, sibuk memilih teman dan tempat supaya damai dan tenang. Namun lupa untuk menciptakan damai itu sendiri. Di manapun kamu saat ini jangan lupa Menciptakan Kedamaian.
Mari kita bersama merenungkan kembali pelajaran-pelajaran dalam keluarga, dalam agama dan lingkungan. Kiranya membantu supaya bisa mengkritik diri sendiri.

" KITA DICIPTAKAN DENGAN DAMAI, LALU KENAPA DAMAI ITU SUKAR ADA DALAM JIWAMU "


Yogyakarta, 31 mei 2020.













Tuesday, October 15, 2019

Jarak dan rindu

Jarakmu sudah terdengar isakkannya
merintih meminta tangan untuk berpegangan
menagih kasih dan rindu
sembari jemarimu di atas aspal
memainkan butir-butir batu kecil

katamu, kata-kata mudah rapuh dan jatuh karena jenuh
entah hati yang susah berlabuh atau kamu sendiri yang menjauh
sulit melukiskan hati yang patah karena jarak, apalagi rindu

sepenggal kisah belum terlunas
karena jarak yang terus merontak
bahkan kertas kertasmu sudah habis karena kata-kata akibat isakkan
abu-abu dan hitam tak mungkin berteman dengan merah
begitu juga rindu dan jarak
sejauh ini, pahamkah kamu?

Monday, September 30, 2019

KARAKTERKU, ADALAH AKU.


Shalom, teman-teman pembaca yang setia, apa kabar hari-hari kalian. jangan pernah mengeluh yah.

nah, kali ini ada beberapa hal yang akan disampaikan dalam blog ini. Seperti judulnya KARAKTERKU, ADALAH AKU.
why? pertanyaan anak muda hehehe.
Sebelum lanjut, alangkah baik kita sama-sama mengetahui pengertian dari karakter dari beberapa ahli yang saya kutip dari
https://pengertiandefinisi.com/pengertian-karakter-menurut-pendapat-para-ahli/


berikut :

Pengertian Karakter Menurut Para Ahli

  1. Maxwell
Menurut Maxwell, karakter jauh lebih baik dari sekedar perkataan. Lebih dari itu, karakter merupakan sebuah pilihan yang menentukan tingkat kesuksesan.
  1. Wyne
Menurut Wyne, karakter menandai bagaimana cara atau pun teknis untuk memfoukuskan penerapan nilai kebaikan ke dalam tindakan atau pun tingkah laku.
  1. Kamisa
Menurut Kamisa, pengertian karakter adalah sifat – sifat kejiwaan, akhlak, dan budi pekerti yang dapat membuat seseorang terlihat berbeda dari orang lain. Berkarakter dapat diartikan memiliki watak dan juga kepribadian.
  1. Doni Kusuma
Menurut Doni Kusuma, karakter merupakan ciri, gaya, sifat, atau pun katakeristik diri seseorang yang berasal dari bentukan atau pun tempaan yang didapatkan dari lingkungan sekitarnya.
  1. Alwisol
  2. Menurut Alwisol, karakter merupakan penggambaran tingkah laku yang dilaksanakan dengan menonjolkan nilai (benar – salah, baik – buruk) secara implisit atau pun ekspilisit. Karakter berbeda dengan kepribadian yang sama sekali tidak menyangkut nilai – nilai.

Dari beberapa pengertian  ahli di atas, pastinya kita sudah memahami apa itu karakter. setiap pribadi pasti memiliki watak/sifat/karakter. sebagai pengenal jati diri, karakter sangat berperan dalam pergaulan di lingkungan sekolah, masyarakat, hingga berbangsa dan negara.
pembawaan diri yang baik bukan hanya untuk mencari nama atau ingin dipuji. Tunjukkan siapa kamu dengan karakter kamu. Sebab apa yang lahir dari pribadi itu sendiri itulah yang paling bernilai dari sosok manusia.

Mungkin dari kita, pernah bertemu dengan sosok pribadi yang unik. mereka inilah orang-orang yang tumbuh dengan karakter siapa mereka dan tidak neko-neko untuk menjadi dirinya sendiri. atau juga bertemu dengan orang yang pendiam,cuek, bahkan judes.
pendapat saya tentang orang seperti ini yaitu, tidak masalah bagi saya. karena kita belum mengenal sosok mereka secara detail. wajar-wajar saja karena kebanyakan dari kita seperti ini. saya pribadi bukan orang yang sibuk mengurusi orang lain. karakter saya seperti ini. mungkin berbeda lagi dengan teman-teman sekalian.

Karakter juga bisa jadi seni, karena pribadi yang absurd, unik, dan humoris bisa menjadi artis, pelawak, dan terkenal yang dapat menghasilakn keuntungan bagi mereka. karakter pastinya sangat membantu kita dalam mencapai pofesi yang sesuai. inilah yang akan menciptakan kenyamanan dalam bekerja dan bukan keterpaksaan belaka.



Wednesday, September 25, 2019

SANG PEJUANG




Kakimu sudah mengukir cerita
di tanah bumi ini
Beribu rasa sudah terkumpul
dalam hati yang sesak

menemukan gagal ketika bersemangat
hingga diam-diam kau mencari akal

Gunung, lautan hingga daratan
jelejahi tanpa berkata-kata


Yogyakarta, 2019

Thursday, September 12, 2019

MENCOBA MEMAHAMI


  Tulisan kali ini sangat berbeda dengan sajak-sajak rasaku sebelumnya. Tentang semua jejak dalam asa yang belum kau pahami bahkan mereka juga belum. Di sini saya mencoba berbagi tulisan tentang siapa kita? dan sejauh mana kita memahami siapa diri kita?
Iya, Situasi yang  tidak nyaman pernah dirasakan oleh semua orang. Tentang pribadi kita sendiri yang terus ingin merasa sempurna di depan mereka. Bisa jadi di tengah Masyarakat,teman sebaya, Dosen, bahkan Si Dia.
Tapi, apakah dengan itu kita merasa bahagia? memaksa diri untuk menampilkan apa yang bukan jati dirimu sebenarnya. Jika situasinya saat di depan Dosen bersikaplah sebagaimana kita sebagai mahasiswa dan begitupun dengan orang lain entah siapa.
Dengan majunya era globalisasi, kaum muda semakin gencar memoles diri untuk terlihat modis. Boleh saja, asalkan perlakukan diri kita dengan sewajarnya. Yang artinya, siapa kita itulah yang harus kau tampilkan.
Susah untuk mencoba memahami diri sendiri dan memang sulit. Kadang orang-orang yah termasuk saya juga, belum yakin dengan jati diri. Yah, ada beberapa hal kenapa bisa terjadi, antara lain ;
1. Jaman modern
2. lingkungan Sekitar
3. Budaya yang tercampur dengan            budaya asing
4. Pergaulan bebas.

  Masih banyak lagi alasan-alasan mengapa memahami diri sendiri sangatlah sukar. Di sini saya bukan menggurui setiap pribadi tetapi lebih berbagi tulisan pentingnya memahami diri sendiri😊
Memahami pribadi kita sendiri berarti menerima siapa kita sebenarnya entah dilihat dari background kita atau sudut pandang kita sendiri.
intinya menerima keterbatasan dan mensyukuri kelebihan.
Jika itu telah dilakukan kedepannya pasti damai dalam bekerja, belajar, dan bergaul.



Manfaat dari memahami diri sendiri juga sangat menguntungkan kita loh!!! seperti apa, kita tahu apa kekurangan kita pasti kita mencoba memperbaikinya terus menerus tapi dengan hal yang positif juga. Begitupun dengan kelebihan yang ada, bagaimana kita mengembangkannya dengan ikut organisasi atau kegiatan yang sesuai minat dan bakat kita. Dan itu akan meningkatkan pembawaan diri kita yang sesungguhnya.
" AKU SUDAH PAHAM SIAPA AKU"




        *Tulisan ini hanya motivasi*

Tuesday, August 27, 2019

KITA ADALAH SATU




                                            
    



Aku lebih suka mengatakan kita adalah SATU
Menari-nari dalam setiap tawa lalu
mulai berkata-kata mengenai politik
Banyak hal lagi yang boleh aku lakukan
layaknya kaum Pria
                                                                                         
Hasil gambar untuk gambar kesetaraan genderTak peduli fisikku lemah
 hingga kodratku yang cengeng dan cerewet
Aku dan Kau memang tak sama
Tapi kenapa harus beda dalam berbijak?
Duniaku bukan hanya memasak, Mengurus keluarga
dan melayani sang suami
Aku juga boleh berdiri dalam opiniku sendiri

Kita adalah satu, menyatuh dalam berdiskusi
walau sedikit berbeda kursi
Aku tak peduli ada tali yang terus mengikuti
Perubahan harus dibuat untuk wanita
Agar berani beropini dan menjadi hebat





Yogyakarta, 2019



Friday, August 9, 2019

RASA DALAM KATA

#1


Curahan resah dan rasa berbeda-beda dan berirama
memainkan waktu dalam ruang yang terus sama
Walau aku sendiri tahu ini menyiksa dan tak akan berujung bahagia

Sebelum akar imajinasiku berlonceng, ijinkan malam-malam bersenandung
Menjadikan bintang sebagai perantara kisahku pada semestaku sendiri
Sampai gelap benar-benar terlelap dalam gemerlapnya sendiri jua

Dan aku sungguh penasaran keterlanjutan kisah selengkapnya, walau belum tentu aku bisa merangkulnya
Ibu dan Bapak selalu bersenandung dengan kidung-kidung yang indah dan hampir tak terlupa
Entah memori berkasih menyatuh sempurna pada jiwa raga mereka
Hingga aku terberkat dengan rasa walau resah

Tuesday, August 6, 2019

KEPADA AYAH

 
 Kepada Ayah,
Wajahmu berada di antara angan-anganku
seperti waktu tanpa jeda
Aku tersedu di tanah rantauan

Suara, belaian, canda hanyalah pilu
Tapi piluku indah Ayah
Dan akhirnya tergenang air mata
Wajah rentan tuamu terbayang
Ubanmu selalu menjadi rinduku
segalanya tentang masa engkau manjakan gadismu

Lihatlah aku belum bisa menjadi akar
Dunia metropolitan semakin menyeramkan
Aku bisa jatuh dan hancur
Di mana lagi tangan yang menjadi peganganku

   Saat kau tiada....
Bebanmu tak pernah kuhiraukan
Tangismu ada, mungkin sesekali
Kau sembunyikan di balik derai tawa
Candamu selalu andalan rindu

   Ayah...
Rinduku tak pernah berujung
Walau tangis rindu tak terbendung
Aku tak butuh keramaian
Hadir saja cukup Ayah
Ah, tangisku memberontak


 Kepada Ayah, dengarkan di sana
Teman-temanku membanggakan Ayah mereka
Bercerita tentang kisah mereka
mengucap rindu dalam canda tawa
Keluh kesahku banyak
Bagaimana bisa kutanggung sendiri
Hidup di atas tanah orang
Sungguh meletihkan memoriku


Senandung katamu tak akan pudar
"Sukseslah Nak, jangan seperti Ayahmu"
Petuamu adalah ilmuku, Candamu adalah rinduku
Jangan khawatir Ayah
Aku akan membaik dalam doamu




Yogyakarta, 2019





Monday, July 29, 2019

AKU MENYESAL




Ceceran nasibku masih terbengkelai
pada sebuah jembatan kayu dipenuhi rayap
Saat mimpi-mimpi hanya imbauan menggoda kaki dan tangan
Untuk siap berimajinasi lagi dengan semesta

Aku adalah korban waktu
Yang sia-sia berlabu di semesta
Tanpa kuketahui kenapa kayu bisa jadi arang

Sekarang aku hanya Batu kerikil yang hitam
Berjuang untuk hari yang semu
Lalui sepanjang sungai dari setiap hilir
Namun, di sana masih terdengar ocehan 
Sang Kolongmerat




Gambar terkait


Yogyakarta, 2019

Thursday, July 11, 2019

GELISAHKU



Kakiku sudah berada diantara bimbang
Jika tanya, Apakah hati masih menjadi perasa?
Mungkin, jawabku ragu
Karena gelisahku bercampur cemas
Di getaran masalah yang selalu bergulat 

Butuhku hanya tangan kasih mereka
Menopangku dalam langkah
Mengusap air mata kala hati telah menyerah
Memberiku doa kala aku berpikir 
Aku sendiri di sebuah jalan


Gelisahku mungkin menjadi kelabu 
di antara beribu mimpi yang telah aku catat
Lalu, bagaimana lagi ? 
Gelisahku telah menguasai diriku sendiri 



Yogyakarta, 11 Juli 2019

Tuesday, July 9, 2019

KETIKA RAGU ITU DATANG



Keraguan, sebuah Kendala yang dihadapi oleh setiap orang. Ragu pada keahlian sendiri, orang lain, atau ragu dalam setiap hal. Di mana kata ragu lebih menguasai pribadi seseorang dan membuat pribadi tersebut tidak bergerak. Takut dan cemas atas langkah yang akan diambil. Memikirkan pandangan orang lain yang buruk tentang dirinya. Inilah kendala besar yang sering saya alami juga. Jadi, setiap kali keraguan itu datang, saya selalu mulai berpendapat bahwa saya adalah seseorang yang tidak bisa apa-apa. Memandang bahwa saya yang lebih buruk diantara yang lainnya. Mungkin ada waktu untuk bercerita tentang keluh kesah dimana diri sendiri jenuh dengan pribadi. Kepada kedua orang tua yang selalu MEMOTIVASI untuk tetap bertahan dalam hidup. Kata Ayah dalam setiap kali telepon, "kau tidak sendiri nak, jangan takut jangan merasa diri penuh beban, lakukan apa yang positif, bertahanlah sedikit sampai dimana hatimu terasa keras dan terbiasa"

Saya mengerti dan mencoba menatap ke depan bahwa saya harus bisa dan belajar untuk menjadi tahu. Iya, memang tidak instan. Waktu demi waktu akan berjalan.  Belajar dari kesalahan dan perlahan akan terbiasa memperbaiki. 
Jikalau banyak diluar sana yang mengatakan sudahlah berhenti. Saya adalah orang pertama yang mudah terpengaruh, entah kenapa ragu seakan mengakar dan mengikat. Banyak motivasi yang terus saya pegang dan percaya .
Tetapi selalu ada moment, dimana merasa kita dalam keterpurukkan.


Masih banyak yang harus diperbaiki, masih banyak juga yang harus dipelajari.
Mudahan inilah pengalaman yang sangat berharga ketika kau tersenyum dalam setiap keberhasilan. semoga!!!!

Sunday, July 7, 2019

PANGGILAN






Ini bukan ketukan pintu
seakan ada yang bertamu
Lalu mulai melepas rindu
Suara tapi tak berbunyi
bercengkrama dalam hati
Dan inilah kerja Ilahi



Wanita terpilih karena ketaatan
Menjadi tenang dalam setiap doa
Membekas jejak dalam setiap pelayanan
Hati diraba karena pantas
menerima KurniaNYA
Dan aku menyebutnya Panggilan



Hasil gambar untuk gambar suster suster katolik yang diukir




Yogyakarta, 30 Juni 2019












Thursday, July 4, 2019

AKU SANG PENYAIR




Aku Sang Penyair berkawan dengan kata yang aku rangkai menjadi sajak
Aku Sang pemburu rasa di antara sajak yang menyimpan makna tersembunyi
Melukis bulan bahkan memetik bintang bagiku biasa
Kau mungkin terkejut melihatnyaa
Tapi, ini aku Sang Penyair berjiwa seperti ular yang haus akan daging



Aku beritahu,
 Aku adalah Sang Penyair yang mecoba mengupas lagi kata yang kau sudah kubur
Menghidupkan lagi kata yang sudah kau sumpahi
Asal kau tahu saja kata itu menyimpan arti tentang semesta



Simpan kata maafmu karena percuma tak ada lagi kata ampun
untuk kata yang sudah kau ludahi
Aku Sang Penyair mencoba berteman dengan waktu 
agar tak melepakan aku bersama sajak-sajak yang aku hitamkan di lembaran putih



Hasil gambar untuk gambar sang penyair



Labuan Bajo, 12 September 2018


Tuesday, July 2, 2019

MENCARI MUKA




Bila mentari tak bercahaya
jalanan penuh dengan dusta
Lelaki hingga wanita tak 
bisa menjadi perasa
Apa sesungguhnya makna hidup
di dunia


 Mata dan hati menipu fakta
walau mereka tahu itu hina
Hingga gelagaknya bukan 
orang pendosa
Yang haus kata puji 
dari setiap mata



Ketika nikmat dunia nenjadi
proritas
Lalu lupa sembah yang PANTAS
Hatipun mudah menindas
Tapi, kenapa takut ditindas?







Hasil gambar untuk gambar manusia yang menyiksa orang lain


Yogyakarta,1 juli 2019


KENAPA HARUS KATA-KATA???

Hasil gambar untuk GAMBAR BUKU DAN TINTA HITAM ORANG MENULIS


    Hanya mengingatkan kepada memori teman-teman yang setia dengan Blog saya ini. Mungkin beberapa dari kalian ada yang bertanya, kenapa harus sajak? Kenapa harus sajak yang mengunsi di Blog saya ini, ya saya mecintai sajak. Sajak sangat membantu saya dalam mengungapkan rasa yang tak bisa diutarakan secara lisan. melalui sajak yang tak banyak menuntut untuk dimengerti banyak orang. Termasuk kamu.
Menurut saya pribadi, tidak banyak orang atau memang tidak ada. Mereka tidak memilik daya untuk berbicara dengan bertatapan muka. Ada beribu cara untuk berkata-kata, yah seperti dengan mimik wajah,sekedar isyarat saja atau juga melalui tulisan dan contohnya saya menggunakan sajak.
Menulis bukanlah hal yang mudah, tetapi selama saya masih bisa memanfaatkan hari dan hati dengan rasa yang terus berbeda. Tentu memori saya dapat berkordinasi dengan tangan serta putihnya kertas yang siap untuk dihitamkan.

     
    Mngkin ada pernyataan lagi yang dilontarkan oleh beberapa orang yang bukan reader'
'Jika tulisan yang anda buat tidak ada peminatnya, apa yang anda lakukan?'.
Jika memang itu terjadi, apa saya harus mengeluh? apa saya harus berhenti?
Tentunya tidak. Saya punya moto,

" MANUSIA BELUM BISA DIKATAKAN MANUSIA, JIKA BELUM BERKARYA"

Itulah pegangan hidup saya pribadi. Selama saya melangkah dalam setiap proses untuk mengubah hidup ke arah yang lebih baik lagi.  Orang sukses bukanlah orang yang datang dari keluarga yang sudah ditakdirkan kaya. Secara pribadi, saya mengatakan orang yang sukses adalah orang yang menggerakkan kaki,tangan, hingga pikirannya untuk menjadikan pribadinya orang yang lebih baik.
Melalui sajak-sajak dalam Blog "WANITA BERSAJAK" saya memberikan beberapa pesan atau hanya sekedar memberitahu apa yang belum diketahui oleh para readers.
Seperti dalam hal percintaan, persaudaraan, persahabatan, situasi politik,ekonomi dan sosial, ataupun kisah masa lalu bisa kita rangkaikan.



Hasil gambar untuk gambar kata sajak

seperti inilah sajak, ia memberi arti dari setiap katanya, memberi kesan tersendiri bagi orang yang merasakannya.
Sajak memang menyimpan arti disetiap katanya. 
Dalam setiap kali menulis, saya selalu membutuhkan rasa dan saya tuangkan dalam kata per kata. Arti atau makna dalam sajak begitu kuat bahkan dapat mengikat rasa orang yang membaca dan memahaminya.
Walaupun tulisan dalam Blog ini kurang sempurna, saya percaya bahwa tidak ada yang jelek. Tetapi hanya kita yang belum memaksimalkan rasa.


Terus berkarya dan jadi orang hebat!!!!!

Monday, July 1, 2019

Puisi pertama dari WANITA BERSAJAK

AKU DIAM ADA MAKSUD




Hasil gambar untuk gambar senja

Uraian rasa bersenandung teduh
Dengan memendam beberapa tanya
Tapi tak kutemui jawaban
Cobaku yang selalu sia depanmu
Bukan hal biasa lagi


Lalu, masih saja kau membuka ruang
untuk sebuah kesalahpahaman
Dengan bacotanmu kau merasa kuat
Walau kau menepis waktu sekalipun
Hingga sebuah kebenaran bukan lagi bagianmu
Lebih suka menutup jarak yang dekat,
itu hobimu sekarang



Hariku sendiri selalu bercumbu dengan
untaian manis kata-katamu
Walau aku sendiri tahu itu jebakan
Daya wanitaku tak terhitung olehmu memang
Aku mencoba cari celah ketika saat kau
diam karena letih mulutmu
Baru aku jawab segala kesal dan maksudku



Labuan Bajo, 4 April 2019

Sekadar Rasa