Ceceran nasibku masih terbengkelai
pada sebuah jembatan kayu dipenuhi rayap
Saat mimpi-mimpi hanya imbauan menggoda kaki dan tangan
Untuk siap berimajinasi lagi dengan semesta
Aku adalah korban waktu
Yang sia-sia berlabu di semesta
Tanpa kuketahui kenapa kayu bisa jadi arang
Sekarang aku hanya Batu kerikil yang hitam
Berjuang untuk hari yang semu
Lalui sepanjang sungai dari setiap hilir
Namun, di sana masih terdengar ocehan
Sang Kolongmerat

Yogyakarta, 2019
No comments:
Post a Comment
dont forget to share