About Me

Setiap orang pasti punya nama, asal, dan apa kesukaannya. Begitu pun saya, nama lengkap saya Yosefina Safira Intan. Biasa dipanggil Ovin. Kenapa Saya lebih menggunakan Yosefina30? karena saya percaya nama yang menjadi andalan adalah sebuah kesuksesan. saya asli anak NTT, sekarang sedang melanjutkan studi di perguruan tinggi di Yogyakarta.

Tuesday, August 6, 2019

KEPADA AYAH

 
 Kepada Ayah,
Wajahmu berada di antara angan-anganku
seperti waktu tanpa jeda
Aku tersedu di tanah rantauan

Suara, belaian, canda hanyalah pilu
Tapi piluku indah Ayah
Dan akhirnya tergenang air mata
Wajah rentan tuamu terbayang
Ubanmu selalu menjadi rinduku
segalanya tentang masa engkau manjakan gadismu

Lihatlah aku belum bisa menjadi akar
Dunia metropolitan semakin menyeramkan
Aku bisa jatuh dan hancur
Di mana lagi tangan yang menjadi peganganku

   Saat kau tiada....
Bebanmu tak pernah kuhiraukan
Tangismu ada, mungkin sesekali
Kau sembunyikan di balik derai tawa
Candamu selalu andalan rindu

   Ayah...
Rinduku tak pernah berujung
Walau tangis rindu tak terbendung
Aku tak butuh keramaian
Hadir saja cukup Ayah
Ah, tangisku memberontak


 Kepada Ayah, dengarkan di sana
Teman-temanku membanggakan Ayah mereka
Bercerita tentang kisah mereka
mengucap rindu dalam canda tawa
Keluh kesahku banyak
Bagaimana bisa kutanggung sendiri
Hidup di atas tanah orang
Sungguh meletihkan memoriku


Senandung katamu tak akan pudar
"Sukseslah Nak, jangan seperti Ayahmu"
Petuamu adalah ilmuku, Candamu adalah rinduku
Jangan khawatir Ayah
Aku akan membaik dalam doamu




Yogyakarta, 2019





Monday, July 29, 2019

AKU MENYESAL




Ceceran nasibku masih terbengkelai
pada sebuah jembatan kayu dipenuhi rayap
Saat mimpi-mimpi hanya imbauan menggoda kaki dan tangan
Untuk siap berimajinasi lagi dengan semesta

Aku adalah korban waktu
Yang sia-sia berlabu di semesta
Tanpa kuketahui kenapa kayu bisa jadi arang

Sekarang aku hanya Batu kerikil yang hitam
Berjuang untuk hari yang semu
Lalui sepanjang sungai dari setiap hilir
Namun, di sana masih terdengar ocehan 
Sang Kolongmerat




Gambar terkait


Yogyakarta, 2019

Thursday, July 11, 2019

GELISAHKU



Kakiku sudah berada diantara bimbang
Jika tanya, Apakah hati masih menjadi perasa?
Mungkin, jawabku ragu
Karena gelisahku bercampur cemas
Di getaran masalah yang selalu bergulat 

Butuhku hanya tangan kasih mereka
Menopangku dalam langkah
Mengusap air mata kala hati telah menyerah
Memberiku doa kala aku berpikir 
Aku sendiri di sebuah jalan


Gelisahku mungkin menjadi kelabu 
di antara beribu mimpi yang telah aku catat
Lalu, bagaimana lagi ? 
Gelisahku telah menguasai diriku sendiri 



Yogyakarta, 11 Juli 2019

Tuesday, July 9, 2019

KETIKA RAGU ITU DATANG



Keraguan, sebuah Kendala yang dihadapi oleh setiap orang. Ragu pada keahlian sendiri, orang lain, atau ragu dalam setiap hal. Di mana kata ragu lebih menguasai pribadi seseorang dan membuat pribadi tersebut tidak bergerak. Takut dan cemas atas langkah yang akan diambil. Memikirkan pandangan orang lain yang buruk tentang dirinya. Inilah kendala besar yang sering saya alami juga. Jadi, setiap kali keraguan itu datang, saya selalu mulai berpendapat bahwa saya adalah seseorang yang tidak bisa apa-apa. Memandang bahwa saya yang lebih buruk diantara yang lainnya. Mungkin ada waktu untuk bercerita tentang keluh kesah dimana diri sendiri jenuh dengan pribadi. Kepada kedua orang tua yang selalu MEMOTIVASI untuk tetap bertahan dalam hidup. Kata Ayah dalam setiap kali telepon, "kau tidak sendiri nak, jangan takut jangan merasa diri penuh beban, lakukan apa yang positif, bertahanlah sedikit sampai dimana hatimu terasa keras dan terbiasa"

Saya mengerti dan mencoba menatap ke depan bahwa saya harus bisa dan belajar untuk menjadi tahu. Iya, memang tidak instan. Waktu demi waktu akan berjalan.  Belajar dari kesalahan dan perlahan akan terbiasa memperbaiki. 
Jikalau banyak diluar sana yang mengatakan sudahlah berhenti. Saya adalah orang pertama yang mudah terpengaruh, entah kenapa ragu seakan mengakar dan mengikat. Banyak motivasi yang terus saya pegang dan percaya .
Tetapi selalu ada moment, dimana merasa kita dalam keterpurukkan.


Masih banyak yang harus diperbaiki, masih banyak juga yang harus dipelajari.
Mudahan inilah pengalaman yang sangat berharga ketika kau tersenyum dalam setiap keberhasilan. semoga!!!!

Sunday, July 7, 2019

PANGGILAN






Ini bukan ketukan pintu
seakan ada yang bertamu
Lalu mulai melepas rindu
Suara tapi tak berbunyi
bercengkrama dalam hati
Dan inilah kerja Ilahi



Wanita terpilih karena ketaatan
Menjadi tenang dalam setiap doa
Membekas jejak dalam setiap pelayanan
Hati diraba karena pantas
menerima KurniaNYA
Dan aku menyebutnya Panggilan



Hasil gambar untuk gambar suster suster katolik yang diukir




Yogyakarta, 30 Juni 2019












Thursday, July 4, 2019

AKU SANG PENYAIR




Aku Sang Penyair berkawan dengan kata yang aku rangkai menjadi sajak
Aku Sang pemburu rasa di antara sajak yang menyimpan makna tersembunyi
Melukis bulan bahkan memetik bintang bagiku biasa
Kau mungkin terkejut melihatnyaa
Tapi, ini aku Sang Penyair berjiwa seperti ular yang haus akan daging



Aku beritahu,
 Aku adalah Sang Penyair yang mecoba mengupas lagi kata yang kau sudah kubur
Menghidupkan lagi kata yang sudah kau sumpahi
Asal kau tahu saja kata itu menyimpan arti tentang semesta



Simpan kata maafmu karena percuma tak ada lagi kata ampun
untuk kata yang sudah kau ludahi
Aku Sang Penyair mencoba berteman dengan waktu 
agar tak melepakan aku bersama sajak-sajak yang aku hitamkan di lembaran putih



Hasil gambar untuk gambar sang penyair



Labuan Bajo, 12 September 2018


Tuesday, July 2, 2019

MENCARI MUKA




Bila mentari tak bercahaya
jalanan penuh dengan dusta
Lelaki hingga wanita tak 
bisa menjadi perasa
Apa sesungguhnya makna hidup
di dunia


 Mata dan hati menipu fakta
walau mereka tahu itu hina
Hingga gelagaknya bukan 
orang pendosa
Yang haus kata puji 
dari setiap mata



Ketika nikmat dunia nenjadi
proritas
Lalu lupa sembah yang PANTAS
Hatipun mudah menindas
Tapi, kenapa takut ditindas?







Hasil gambar untuk gambar manusia yang menyiksa orang lain


Yogyakarta,1 juli 2019


Sekadar Rasa